Selasa, 24 Februari 2015



Ada yang berbeda
        Hari dimana akan terjadi sesuatu yang baru dari setiap kehidupan yang baru, peran yang ku jalani tak henti sampai di sini di mana kali ini aku baru melangkahkan perjalanan yang sesungguhnya untuk karir ku kedepan, 22 september 2014 aku tak jadi seorang murid lagi melainkan seorang  mahasiswa yang harus bisa menghadapi setiap seluk beluk kehidupan bersama dengan mereka yang emperjuangkan cita – citanya agar menjdi seseorang  yang  nyata. Kelas asing dimana aku tak kenal dengan yang lainnya, tak satu pun aku kenal hanya dia seorang anak berkacamata yang amat religius kental dengan spirit agamanya. Bukan teman seklas melainkan dia teman satu kamarku, ini. Entah dari mana pikirku ini akan menjadi seakrab ini padanya padahal kami tak saling mengenal dari dulu, pertemuan dengannya aku awali ketika aku akan mengikuti ujian tes tulis di lanjutkan dengan aku mengikuti ujian tes wawancara, dari situ aku baru mengenalnya tak kala aku sedang  kebibgungan mencari ruangan 8, disitu aku melihat dia dengan kedua teman yang lainnya itu, yang akhirnya dia melambaikan tangannya ke arah ku ada akupun bergegas menghmpirinya. Disaat itulah aku berkenalan denganya, aku memperkenalkan nama dan dia pun memnyebutkan namanya tang tdinya sangat sulit untuk aku mengingatnya itu tetapi dia memiliki nama panggilan yaitu amsy, aku di kenalkan dengan kedua temannya yang lain yaitu mona dan siti. Dari situ tak terasa canggung tiba – tiba kita berempat merasa akrab dan kami pun mengobrol mulai dari menanyakan asal kami dari mana kemudian kegemarannya apa, dari saat itulah akumerasakan nyaman dengan mereka. Ya pertemuaan itu mengesankan bayangkan saja kami hanya baru berapa jam berbincang- bincang tapiapa yang kami peroleh adalah keseralarasan sepeti apa yg aku rasakan pada saat aku bersama dengan para sahabatku yg lain, tak ku pikirkan ketika satu demi satu dari kami mulai memasusuki ruangan wawancara dan mereka sudah gliran tinggal aku seeorang tapi amsy terus menungguku hingga aku mendapat panggilan dan dia pun menunggu hingga aku pulang, saat itu pula aku mulai merasakan kesamaan teman padanya. Setelah selesai dari seleksi aku dan dia tidak bertemu sampai kita melaksanakan ospek. Tapi sebelumnya aku sering smsan dengannya dan dia pun membelakan membeli kartu yang satu operator denganku aku merasa sangat senang degannya.
Saat itu aku memikirkan bagimana aku tinggal di sana kota yang jauh dari orang tuaku lagi tapi ini sebuah keputusan ku  yang harus aku lakukan, kemudian aku mulai sadar bagimanajika aku mencari kosan dengan amsy dan akuhnya setelah aku bernegosiasi  dengannya akuhnya dia mau untuk satau kamar denganku. Sebelum tanggal 22 itu aku meninggalka kota kelahiranku dan aku menyewa sebuah kamar yang membuatku merasa betah bersama amsy aku meluangkan lelahku setelah beraktivitas di ruangan ini. Kepindahanku ke sini banyak hal yang terjadi pada ku di mulai dari aku rasa bagikan mendapat kan keluarga yang baru lagi aku bertemu dengan iyang, laras, kak alin, dan keke mereka adalah bagian dari kehidupanku kali ini. Pada tanggal 1 oktober 2014 aku sudah mulai menempati kamar ini saat itu semua kebiasaan yang sering aku lakukan ku rubah semuanya karena ini hidupku yang akan baru di mulai.
        Dengan berpakaian rapih putih hitam bersama amsy aku mencari kelompok ospeku, disitu aku mendapatkan seorang teman dekat lagi bernama pipin anaknya baik, tak hanya dia aku bertemu kembali dengan teman smp ku yaitu yova dan agus juga teman sma ku sekaligus sahabt terbaiku yang dulunya pindah adalah dia itu alis. Rasanya tak ku bayangkan sebelumnya bagiamana ini terjadi tapi aku sangat senang.  sampai pada saat itu semua peserta ospek di kumpulkan di auditorium, saat aku berada di luar pintu itu aku lihat pria itu berdiri dengan setelan jas almamater khas Unma dengan sepatu model cats ku pandangi dia dan rasanya saat itu aku ingin berada di sampingnya, tapi sudahlah kesempatan itu ku lewatkan. Hari keduannya aku bercerita pada amsy dan pipin bahwa aku mengaggumi seseorang tapi yang tak habis ku pikirkan akutak mengetahui namanya dan yang ku tahu dia itu kakak kelas senior saat itu aku belum begitu mengenalnya sebab dia  jarang berbaur dengan para pesrta ospek sehingga membuatku sulit untuk melihatnnya lagi, setiap ada waktu luang aku dengan amsy dan pipin memcoba mencarinya tapi tidak ada hasilnya,  akhirnya pada hari terakhir prospek adalah acara penutupan, dimana semua panitia termasuk kakak itu aku melihatnya lagi, dan tiba saatnya acara pada perkenalan dari semua anggota panitia, aku melihatnya dari lantai atas tapi itu sangat jelas dia wajah yang selalu aku  ingin melihatnya, tiba saatnya di mana dia mmpekenalkan namayan ya.. aku sangant menunggu momen itu akhirnya dia menyebutkan namanya yaitu pandu trhardi rahadian dari fekon. Setelah aku mendengarnya rasanya aku sedang berada di awan yang tiba-tiba awannya runtuh dan aku pun tersadar bahwa hal yang tidak mungkin jika aku ingin dekat dengannya sebab fakultas kita pun sangat berjauhan dan mungkin ini yng terakhir kalinya lagi aku melihatnya rasa sedih dan kecewa memang ada tapi sudahlah itu hal tak penting aku pikirkan sebenarnya karena aku padanya hanya sebatas pans aku lihat dia itu seperti billy davidsonnya saja dia billy davidson nya Unma hehee.. setelah ku tahui namany dan fakultasnya aku mulai penasaran lagi. Ketika turuni tangga tanpa aku sangka kagetnya itu membuatku terkesima. Dia berada tepat di bawah saat aku akan menuruni tangga dekat pintu keluar, rasanya itu tak bisa ku sebutkan terasa bertemu billy davidson beneran pikirku  di situ. Sudah selesai ospek itulah terakhir aku bertemu dengannya dan sampai saat ini aku tak pernah melihatnya lagi, sejak itu aku mulai ingin mencari tahu tentangnya mulai dari pacebook aku mencarinya kemudia di twitter dan selanjutnya di insagram dan banyak yang aku mulai ketahui dia dan seprang perempuan yang menurutku sangat cantik sekali membuatku iri jika aku melihat poto mereka berdua tapi yang ini rasanya aneh biasanya jika aku menyukai seseorag dan seseorang itu telah bersama dengan orag lain maka aku akan mersabenci pada kduannya tapi yang ku rasakan kali ini lain juga aku malah seling nglike setiap poto yang mereka upload di instagram dan kami pun sering saling melike juga rasanya senang ditambah perempuannya baik, tak segan aku mengucapkan ucapan semoga mereka bersama selamanya. Saat itu pula aku tak begitu kagum lagi, dan sampai kini. Cerita  kagum – kaguman sudah usai,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar