Ada yang berbeda
Hari
dimana akan terjadi sesuatu yang baru dari setiap kehidupan yang baru, peran
yang ku jalani tak henti sampai di sini di mana kali ini aku baru melangkahkan
perjalanan yang sesungguhnya untuk karir ku kedepan, 22 september 2014 aku tak
jadi seorang murid lagi melainkan seorang mahasiswa yang harus bisa menghadapi setiap
seluk beluk kehidupan bersama dengan mereka yang emperjuangkan cita – citanya
agar menjdi seseorang yang nyata. Kelas asing dimana aku tak kenal
dengan yang lainnya, tak satu pun aku kenal hanya dia seorang anak berkacamata yang
amat religius kental dengan spirit agamanya. Bukan teman seklas melainkan dia
teman satu kamarku, ini. Entah dari mana pikirku ini akan menjadi seakrab ini
padanya padahal kami tak saling mengenal dari dulu, pertemuan dengannya aku
awali ketika aku akan mengikuti ujian tes tulis di lanjutkan dengan aku
mengikuti ujian tes wawancara, dari situ aku baru mengenalnya tak kala aku sedang kebibgungan mencari ruangan 8, disitu aku
melihat dia dengan kedua teman yang lainnya itu, yang akhirnya dia melambaikan
tangannya ke arah ku ada akupun bergegas menghmpirinya. Disaat itulah aku
berkenalan denganya, aku memperkenalkan nama dan dia pun memnyebutkan namanya
tang tdinya sangat sulit untuk aku mengingatnya itu tetapi dia memiliki nama
panggilan yaitu amsy, aku di kenalkan dengan kedua temannya yang lain yaitu
mona dan siti. Dari situ tak terasa canggung tiba – tiba kita berempat merasa
akrab dan kami pun mengobrol mulai dari menanyakan asal kami dari mana kemudian
kegemarannya apa, dari saat itulah akumerasakan nyaman dengan mereka. Ya
pertemuaan itu mengesankan bayangkan saja kami hanya baru berapa jam
berbincang- bincang tapiapa yang kami peroleh adalah keseralarasan sepeti apa
yg aku rasakan pada saat aku bersama dengan para sahabatku yg lain, tak ku
pikirkan ketika satu demi satu dari kami mulai memasusuki ruangan wawancara dan
mereka sudah gliran tinggal aku seeorang tapi amsy terus menungguku hingga aku
mendapat panggilan dan dia pun menunggu hingga aku pulang, saat itu pula aku
mulai merasakan kesamaan teman padanya. Setelah selesai dari seleksi aku dan
dia tidak bertemu sampai kita melaksanakan ospek. Tapi sebelumnya aku sering
smsan dengannya dan dia pun membelakan membeli kartu yang satu operator
denganku aku merasa sangat senang degannya.
Saat itu aku memikirkan bagimana aku
tinggal di sana kota yang jauh dari orang tuaku lagi tapi ini sebuah keputusan
ku yang harus aku lakukan, kemudian aku
mulai sadar bagimanajika aku mencari kosan dengan amsy dan akuhnya setelah aku
bernegosiasi dengannya akuhnya dia mau
untuk satau kamar denganku. Sebelum tanggal 22 itu aku meninggalka kota
kelahiranku dan aku menyewa sebuah kamar yang membuatku merasa betah bersama
amsy aku meluangkan lelahku setelah beraktivitas di ruangan ini. Kepindahanku
ke sini banyak hal yang terjadi pada ku di mulai dari aku rasa bagikan mendapat
kan keluarga yang baru lagi aku bertemu dengan iyang, laras, kak alin, dan keke
mereka adalah bagian dari kehidupanku kali ini. Pada tanggal 1 oktober 2014 aku
sudah mulai menempati kamar ini saat itu semua kebiasaan yang sering aku
lakukan ku rubah semuanya karena ini hidupku yang akan baru di mulai.
Dengan
berpakaian rapih putih hitam bersama amsy aku mencari kelompok ospeku, disitu
aku mendapatkan seorang teman dekat lagi bernama pipin anaknya baik, tak hanya
dia aku bertemu kembali dengan teman smp ku yaitu yova dan agus juga teman sma
ku sekaligus sahabt terbaiku yang dulunya pindah adalah dia itu alis. Rasanya
tak ku bayangkan sebelumnya bagiamana ini terjadi tapi aku sangat senang. sampai pada saat itu semua peserta ospek di
kumpulkan di auditorium, saat aku berada di luar pintu itu aku lihat pria itu
berdiri dengan setelan jas almamater khas Unma dengan sepatu model cats ku
pandangi dia dan rasanya saat itu aku ingin berada di sampingnya, tapi sudahlah
kesempatan itu ku lewatkan. Hari keduannya aku bercerita pada amsy dan pipin
bahwa aku mengaggumi seseorang tapi yang tak habis ku pikirkan akutak
mengetahui namanya dan yang ku tahu dia itu kakak kelas senior saat itu aku belum
begitu mengenalnya sebab dia jarang
berbaur dengan para pesrta ospek sehingga membuatku sulit untuk melihatnnya
lagi, setiap ada waktu luang aku dengan amsy dan pipin memcoba mencarinya tapi
tidak ada hasilnya, akhirnya pada hari
terakhir prospek adalah acara penutupan, dimana semua panitia termasuk kakak
itu aku melihatnya lagi, dan tiba saatnya acara pada perkenalan dari semua
anggota panitia, aku melihatnya dari lantai atas tapi itu sangat jelas dia
wajah yang selalu aku ingin melihatnya,
tiba saatnya di mana dia mmpekenalkan namayan ya.. aku sangant menunggu momen
itu akhirnya dia menyebutkan namanya yaitu pandu trhardi rahadian dari fekon.
Setelah aku mendengarnya rasanya aku sedang berada di awan yang tiba-tiba
awannya runtuh dan aku pun tersadar bahwa hal yang tidak mungkin jika aku ingin
dekat dengannya sebab fakultas kita pun sangat berjauhan dan mungkin ini yng
terakhir kalinya lagi aku melihatnya rasa sedih dan kecewa memang ada tapi
sudahlah itu hal tak penting aku pikirkan sebenarnya karena aku padanya hanya
sebatas pans aku lihat dia itu seperti billy davidsonnya saja dia billy
davidson nya Unma hehee.. setelah ku tahui namany dan fakultasnya aku mulai
penasaran lagi. Ketika turuni tangga tanpa aku sangka kagetnya itu membuatku
terkesima. Dia berada tepat di bawah saat aku akan menuruni tangga dekat pintu
keluar, rasanya itu tak bisa ku sebutkan terasa bertemu billy davidson beneran
pikirku di situ. Sudah selesai ospek
itulah terakhir aku bertemu dengannya dan sampai saat ini aku tak pernah
melihatnya lagi, sejak itu aku mulai ingin mencari tahu tentangnya mulai dari
pacebook aku mencarinya kemudia di twitter dan selanjutnya di insagram dan banyak
yang aku mulai ketahui dia dan seprang perempuan yang menurutku sangat cantik
sekali membuatku iri jika aku melihat poto mereka berdua tapi yang ini rasanya
aneh biasanya jika aku menyukai seseorag dan seseorang itu telah bersama dengan
orag lain maka aku akan mersabenci pada kduannya tapi yang ku rasakan kali ini
lain juga aku malah seling nglike setiap poto yang mereka upload di instagram
dan kami pun sering saling melike juga rasanya senang ditambah perempuannya
baik, tak segan aku mengucapkan ucapan semoga mereka bersama selamanya. Saat
itu pula aku tak begitu kagum lagi, dan sampai kini. Cerita kagum – kaguman sudah usai,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar