Selasa, 24 Maret 2015

surprise



    Pagi itu aku bangun cukup pagi sekali karena aku teringat sebab banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan untuk hari ini. Selah rasanya cukup untuk pekerjaan hari ini aku menyiapkan pakaiannku untuk aku pake hari ini, rasanya bingung tapi setelan warna cream atau memakai rok hitam itu, yang jelas aku memilih untuk mengenakan rok hitam baju abu-abu dan sedikit kreasi polkadot dari kerudungnya. Asik suadah siap kayaknya, nah tinggal menunggu teman-teman. Oke mereka mengirim pesan kemudian aku ke ruang TU di situ aku teringat kalau aku belum membayar tagiahan perkuliahaan untungnya uangnya ada, jadi aku meminta bantuan temanku nenden untuk mengantarku ke bank, naik motor hanya 3 menit sudah sampai, pa satpam membukakan pintu aku dan nenden masuk lalu duduk dibagian kursi yang paling pojok, tamapk terlihat seseorang yang menurutku tak asing aku lihat, setelah menunggu kemudian aku beranjak dari tempat dudukku dan berbaris mengambil amtrian setelah orang-orang yang berbaris menyebutkan  NPM masing-masing giliran aku untuk menyebutkanya, aku masih saja memastikan orang yang dari awal aku perhatikan setelah aku mendekati meja pembayaran dan menyebutkan NPM aku baru tersadar, dia itu orang  yang ada di instagram yang selalu melike foto yang aku upload dan kadang selalu mengomntarinya, jelas saat itu aku kaget dan sedikit malu entah dia mengenaliku atau tidak yang terbaik jika dia tidak mengenaliku, aku lngsung memalingkan perhatian. Setelah aku dipanggil oleh pegawai bank perempuan kemudian aku dipersilhkan menunggu dan memepersiapkan tagiahan yang akan di bayar. Lagi- lagi pria itu masih ada, saat tiba gilirankuaku menyerahkan uangku dan hanya memandang jendela takut jika orang itu mengenaliku, tapi nampak dari wajahnya dia tersenyum saat pertama pegawai bank itu menyebutkan nama jelasku. Rasanya malu dan hanya menunduk, berharap dalam hati orang itu tidak mengenaliku, entahlah yang jelas dia mengenaliku sepertinya. Tapi apa boleh buat, terserahlah. Setelah selesai aku kembali di bonceng oleh nenden menuju kampus lagi dan langsung masuk TU, di dalam aku sangat menunggu lama, yang jelas hari itu membuatku letih sampai gemetar di tambah saat aku akan membayar registrasi buat pratikum penjas aku melihat untuk selembaran kwetansi yang harus aku isi, tertera contohnya dengan nama yang tak lain seseorang yang saat ini membuatku kesal karena suatu alasan dan yang anehnya bahwa dia tak lain juga adalah teman dari temanku hera. Sudah memang hari itu aneh, mulai dari bertemu orang yang ada di IG hingga harus melihat tulisan nama orang yang membuatku kesal. Tak hanya itu kekesalan dan kesabaran diuji hari ini,
 
dimana aku harus menunggu hera temanku di TU, sekitar 1 jam lebih di dalam, kemudian aku memilih menunggu diluar, dan hasilnya sekitar 2 jam aku menunggunya, rasanya kesal pantas saja jika dia lama sebab temanku yang satu ini mengantar seseorang. Waktu terus berputar dan tiba saat kejenuhanku memuncak dimana aku menungu di gerbang kampus sampai aku tak bisa berkata pada siapa-aiapa karena tak satu orang pun aku kenal, hanya hp yang aku pegang terus menghubungi hera. Setelah amat lama menunggunya sebuah mobil berwarna merah berhenti dan dia pun turun, memang lega tapi kesal masih ada, setelah itu kita berdua masuk ruang TU lagi dan hera meninggalkan seseorang di mobil itu. Beberapa saat kemudian setelah kita mendapatkan apa yang di butuhka, kita keluar dan gerimis menyambut kita, hera memberi tumpangan untukku awalnya aku menolak tapi hera memaksa dan akhirnya aku masuk ikut dengannya. Didalam mobil itu eseorang pria duduk memegang kemudinya, lalu hera memeperkenalkannya pada ku. Yah yang jelas aku sudah mengenalnya sebab hera sering cerita tentangnya.  Kakak yang bertemu gede begitukah pantasnya pada hera.
     Jarak kampus ke kosanku cukup dekat hanya berapa menit sudah sampai, sebelum aku membuaka pintu untuk keluar, tiba-tiba hera mengajak untuk makan bersama dulu, rasanya tidak enak mengganggu suasana seperti itu tapi hera menarik tanganku dan aku duduk kembali meneruskan perjalanan. Di dalam mobil rasanya kita bertiga tidak merasa canggung, mengobrolkan hal yang bargurau, sampai hera memutuskan untuk berhenti di sebuah kedai. Mobilnya dikepinggirkan lalu hera dan aku turun, untuk hari itu aku senang selain melihat temanku hera yang amat ceria dengan sorang pria yang usianya tak beda jauh dari kita berdua yang bergaya rapih dengan jam berwana hitam melingkar dia tangannya, jelas terpancarkan wajah teamnku yang satu ini sangat bergembira. Tak lama Pelayan datang dan meberikan pilihan menu, kita tampak kebingungn dengan itu, setelah yang mengajak makan menuliskan mana yang akan di pesan kini aku yang tampak bengong untuk memilih menu, akhirnya aku memilih mocacino cream dan kentang goreng sedang mereka berdua cihiken teriyaki jus trawberry dan capucino. Berbincang-bincang hal yang mebuat kita tertawa, sebelum hidangan datang aku ke kamar mandi sebentar. Aku keluar dan tak lama pesanan kita datang, pria yang hera bawa sedang menerima telpon sedang hera dan aku berbincang-bincang membicarakan seseorang. Setelah menutup telponnya kemudia dia bergabung berbincang-bincang bersama kita, tak canggung meski tadinya aku pikir aku akan menjadi perusak suasana ternyata tidak sama sekali. Sambil menghabiskan makannan kita, narsis yng sudah menjadi kebiasaan setiap orang untuk mengabadikan di setiap moment yang menurutnya berharga, saatnya mengambil gambar, klik-klik poto dan pose yang kita ambil, sambil tertawa senang, kita tak mengiraukan orang yng melihat kita, sudahlah yang jelas saat itu kita tersenyum bebas yang tergambar dari setiap poto yang kita ambil. Satu poto yang hera posting di path lalu satu poto yang dia posting di IG( instagram ). Setelah selesai berfoto kita pulang. Beberapa menit akhirnya tiba didepan tempat kos aku, keluar dan mengucapkan terimakasih. Sesampai di kamar beberapa menit dari itu aku masih chattingan dengan hera, dan kemudian dia membuat suatu pm di bbm yang menurutku dia sedang sedih, lalu aku bertanya dan dia menjelaskannya, bahwa foto yang di posting ke path di komentari oleh teman-teman dari pacar yang barusan mentraktir makan hera dan aku. Memang dari awal hera sudah bercerita tentangnya bahwa dia sudah punya pacar tetapi dia lebih sering jalan dengan hera. Komentar dari kata-kata yang tak pantas semua dilontarkan pada hera, aku melihatnya lewat screanshoot yang dia kirim lewat bbm padaku. Jika seumpamanya aku ada di posisinya aku akan membalas balik, tapi hera hanya diam saja. Memang benar juga sebab diam juga memiliki sebuah arti jika memang diam membuat baik apa salahnya dari pada membalasnya dengan kata-kata yng tak wajar malah akan membuat semakin risuh kompliknya dan semakin menyalahkan dia. Diam yang temanku ambil adalah diam untuk menghapuskan semua tuduhan yang dilontarkan oleh mereka supaya mereka sendiri menyadarinya. Mana yang benar mana yang salah, meski pada nyatanya saling menyakitkan. Benar-benar hari yang tak terdugakan untuk itu.

Selasa, 10 Maret 2015

love fun

Detektif cinta aneh

     Untuk kawan-kawanku yang masih penasaran aku persembahkan sebagai penghibur kalian so, jangan diambil emosi yah, karena ini Cuma sekedar becanda belaka ko gan. Dengan porsi yang berbeda aku berikan suguhan yang cukup menghibur untuk kejenuhan kalian di kelas ataupun untuk kawan-kawanku di rumah.
    Semuanya tak selesai begitu saja perjalan masih panjang dan belum menemukan enddingnya, yang ku harapkan saat ending dia bertemu seseorang yang benar. Di sini kelas yang baru, dengan teman yang baru lagi, karena aku tak sekelas dengan amsy meski jadwal kampus kami tetap sama, ya awal masuk aku bertingkah sama seperti yang diwajibkan dengan pakaian setelan batik warna crem balutan kerudung tak jauh dari warna baju yang ku kenakan, aku masuk dengan rasa percaya diri aku bersalaman dengan semua yang ada di kelas meski sebenarnya yang baru datang hanya sedikit, untungnya mereka semua tak seperti yang aku bayangkan semalaman itu, aku berpikir bahawa mereka seperti di sinetron- sinetron yang gayanya dan tingkahnya ga karuan itu. Lain dengan ini sangat berbeda, cinlok yang ku sebutkan ini terjadi mungkin ini di sebut juga ajang pencarian cinta, hahaha... ups tapi jangan kaget loh, yang tak habis aku pikirkan adalah dimana dan kapan pun selalu ada pengaggum rasanya jadi seleb nih hahaha... senang tentu tak terhingga dan aku sangat brsukur jika masih ada yang menginginkan ku dengan kehadiran ini, meski awalnya aku tak menyangkanya tapi ini lah kenyataannya aku dengan pengagumku. Ya seorang teman sekelasku bernama idan perawakannya sebadanku aku mulai kenal dan mengobrol dengannya saat kami sedang membicarakan tugas kelompok. Aku tahu dia menyukaiku dari teman sekelasku yang aku sebut ka ema karena dia, aku jadi tahu sebab aku sering melihat dia, rasanya ada yng mengganjal dengannya, tapi aku mencoba menyembunyikannya seolah-olah aku tidak mengetahuinya, hal itu aku lakukan agar tidak membuatnya merasa segan denganku sebab yang ku ingikan aku hanyalah ingin berteman dengan semuanya saja saat ini, saat ini dia rasanya mulai mendekatiku mulai dari dia pindah bangku ke belakangku kemudian dia mulai sering melike status atau foto di facebook. Tapi aku tetep mencoba tak menghiraukannya rasanya aku sedikit terganggu tapi aku lebih tidak nyaman lagi andai anak – anak sekelas tau, dia mulai ngobrol dengan ku meski kelihatannya sedikit canggung entah kenapa, setelah itu aku dengar kalau Anak – anak yang lain dia beri oleh-oleh tapi aku tidak, disitu aku mulai kesal tetapi tiba-tiba dia memberikanku sesuatu yang berwarna putih dengan rantaian bentuk bulat- bulat sayangnya dia tidak memberikannya langsung tapi lewat temanku ani, ya sudahlah aku tahu mungkin dia sedikit malu denganku. Ku terima layaknya sebagai teman, setelah itu malamnya handphoneku berdering aku mulai mengetikan jariku untuk membuka pesan dari siapa itu, dan trnyata dia mengirim pesan, dalam pesannya dia berkata “ itu buat kamu aku titipkan karena aku sedikit malu, jika kamu tidak mau kamu boleh membungnya atau memberikannya pada orang lain, asal kau tau itu terbuat dari tulang unta asli” aku jawab”ya terimakasih aku senang, makasih juga pada nenekmu dan salam untuk kelurgamu kalau bisa lain kali aku ajak bersama nenekmu lagi(sambil emotion tertawa bergurau” lalu dia membalas “makasih sudah mau menerimanya, ahh kalau kamu ke sini nanti banyak yang naksir lagi anak-anak”, dari balasannya aku bingung rasanya, dia mungkin salah merespon sms dari ku. Yang sebenarnya ku maksudkan bukan seperti itu kan, tapi sudahlah tak masalah yang penting aku setidaknya sudah berterimakasih.
    Saat itu berlalu kemudian di awal november ini dia mengirim pesan yang isinya “november rain” apa maksudnya coba ??? (tak kupikirkan sudahlah), ahh rasanya menghiraukan dia itu seperti sedang main-main dengan seorang anak SMP saja rasanya, maklum saja dia itu masih lebih muda dari ku dan lebih lucunya dia cara bicara yang ceplas-ceplos polosnya dengan muka yang tanpa beban, hahaha rasanya konyol sekali tapi itu lah dia, bahkan setelah sia menanyakan tanggal lahirku dia langsung menyebutku kakak, uhhh anehnya, emang aku kakak dia gitu ? memang dia dengan kepolosannya. Emm yang masih jadi masalah bahkan teman dia sekaligus temanku juga yang bernama ari diam-diam ternyata dia selalu memperhatikanku di kelas aku tau itu bahkan dari teman mereka juga yang sekaligus temanku yaitu irfan, dia memberi tahuku saat dia bercerita mengenai pacarnya padaku yang jelas sampai saat ini aku masih menjadi psikolog  jadi-jadian dan irfan sendiri adalah klienku. Dia berkata pada ku saat dia menelepon “ sebenernya ada dua orang yang sedang mendekati mu yaitu idan dan ari loh”, aku dengan kagetnya sepontan menjawab “ masa iyah sih ? padahal mereka berdua akrab banget sih ko bisa samaan  sih ??”, “entahlah yang jelas ari bilang padaku saat idan bilang dia suka sama kamu si ari berkata bahwa dia juga suka kamu dia merasakan sakit tapi mau bagaimana lagi idan temannya juga mana mungkin teman makan teman, tapi dia bilang juga meski kita berteman kalau urusan hati itu harus di perjuankan bahkan dia menyuruhku untuk bisa nyomblangin kamu loh “ jawab irfan. “ oh begitu, mereka seperti dalam sinetron deh, persis sinetron”jawab ku. Terus irfan bertanya lagi “ memangnya kamu belum punya pacar gitu ?”. aku jawab “ tolong kasih tau mereka kalau aku sudah punya pacar “. Setelah cukup lama dia ngobrol blablabla................... dan satu yang membuatku menarik tentang curhat klien ku kali ini, ya dia irfan bisa di bilang pemudalah karena usianya juga cukup jauh di atasku tapi dengan entengnya dia selalu curhat mengenai siapa yang dia inginkan sebenarnya. Dia punya pacar bernama nayla teman sekelas aku sekaligus temannya juga, mungkin bisa dibilang  itu cinlok, dia bilang bahwa dia itu sebenernya suka sama teman dekatku yang bernama nuri, tapi ketika dia mencoba untuk menembaknya nuri selalu saja menolaknya tak pantang mundur sampai disitu saja dia terus berusaha lewat telpon sms bahkan secara langsung pun dia sudah lakukan dan jawabannya tetap sama. Mendengar ceritanya aku sedikit terharu bagaimana perjuangan untuk mendapatkan hati seorang wanita ternyata sulit, pantas saja teman dekat hatiku saat ini dia persis berkata seperti itu “ susah untuk mendapatkan hati kamu dari dulu bahkan aku sempat putus asa karena kamu pergi jauh, tapi kali ini aku senang karena kamu dekat dengan ku “. Memang cinta itu dramatis. Setelah aku mendengarkan ceritanya aku muali tersadar bahwa perjuangan cinta itu seperti seorang guru berusaha untuk menarik hati murid-muridnya agar mau menurut dengan apa yang dikatakannya. Persis seperti tegasnya, klienku kali ini benar-benar melibatkan ku memberi resep apa yang harus dia perbuat untuk cintanya. Aduh ini sedikit merepotkan tapi aku berusaha memberi saran.
     Beberapa hari dari cerita itu nuri sedang berbincang-bincang dengan ani di kursi belakang dan aku sedang memperhatikan yang persentasi yaitu her, teman ku juga, tak sengaja hanya sedikit aku mendengarkannya dan aku langsung menoleh kebelakang “ hei lagi ngobrolin apa sih ? serius sepertinya ? seriusan yang didepan atau seriusan curhat nih ? (sambil nada mengejek). Nuri menjawab “ huh dsar kemal abis, mau tau aja sih” lanjut ani membalas “ kepo, mau tau gitu ?” aku potong pembicarannya dan aku berkata “ engga jadi kemalnya, soalnya sudah tau ko”, nuri jawab “ kamu tau apa ? iya gitu ?” “ jelas aku tau, malahan tau dari orangnya loh” jawabku cepat sambil membaliakan badan ke depan, tiba-tiba hera setelah selesai presentasi didepan  menghampiri kami “ ada apa sih ? ko ga di kasih tau sih, kalian curang” tapi risma dengan kalemnya diam tanpa bertanya-tanya padahal dia ada di sebelah ani da nuri, dengan diamnya dia, mengisayaratkan bahwa risma sudah tau juga mengenai hal yang terjadi pada nuri dan irfan karena selain pada ku irfan berbicara padanya juga. Sulit dipercaya tapi beginilah ceritanya. Bukan tak memperhatikan dosen didepan yang jelas kami berbincang-bincang pelan.  “ kamu tau dari siapa ? yang benr dari orangnya ? ko kamu ga bilang aku sih ?” tanya nuri pada ku. “ soalnya dia bilang kalau ga boleh kasih tau siapa-siapa tapi nyatanya kamu sudah tau jadi ya sudah “ jawabku nada singkat. “ dianya siapa sih ? kamu benar-benar tau ?” tanyanya lagi  nada penasaran padaku. “ emm.. tapi entahlah aku takut salah orang juga sih” jawabku nada bimbang. “ ayolah siapa ? kamu buat ku penasran sekali, apa benar yang kita bahas ini sama ?” tanya nuri sekali lagi. “ aku taunya kamu sama irfan” jawabku enteng. Nuri kaget dan menyakan kenapa aku bisa tau dan aku jelaskan, sebenernya nuri tau kalau irfan suka sama dia adalah dari risma, tapi dalam perasaan nuri pada dia menganggap itu hanya sebagai teman tapi ternyata dia menganggap lain pada nuri padahal dia sudah punya pacar nayla sekaligus teman sekelasnya juga. Nuri, nayla dan irfan mereka memang benar-benar drama. Disini kisahnya adalah temanku punya pacar teman sekelasku dan ternyata dia juga suka pada teman dekatku yang sekaligus teman sekelas aku dan dia juga, dan teman dari dia juga yang sekelas dengan ku suka pada ku. Aku pikir ini sebuah lelucon tapi ternyata bukan, ini mimpi ternyata bukan juga, teman teman dan teman menjadi teman hati.
   

Selasa, 24 Februari 2015



Ada yang berbeda
        Hari dimana akan terjadi sesuatu yang baru dari setiap kehidupan yang baru, peran yang ku jalani tak henti sampai di sini di mana kali ini aku baru melangkahkan perjalanan yang sesungguhnya untuk karir ku kedepan, 22 september 2014 aku tak jadi seorang murid lagi melainkan seorang  mahasiswa yang harus bisa menghadapi setiap seluk beluk kehidupan bersama dengan mereka yang emperjuangkan cita – citanya agar menjdi seseorang  yang  nyata. Kelas asing dimana aku tak kenal dengan yang lainnya, tak satu pun aku kenal hanya dia seorang anak berkacamata yang amat religius kental dengan spirit agamanya. Bukan teman seklas melainkan dia teman satu kamarku, ini. Entah dari mana pikirku ini akan menjadi seakrab ini padanya padahal kami tak saling mengenal dari dulu, pertemuan dengannya aku awali ketika aku akan mengikuti ujian tes tulis di lanjutkan dengan aku mengikuti ujian tes wawancara, dari situ aku baru mengenalnya tak kala aku sedang  kebibgungan mencari ruangan 8, disitu aku melihat dia dengan kedua teman yang lainnya itu, yang akhirnya dia melambaikan tangannya ke arah ku ada akupun bergegas menghmpirinya. Disaat itulah aku berkenalan denganya, aku memperkenalkan nama dan dia pun memnyebutkan namanya tang tdinya sangat sulit untuk aku mengingatnya itu tetapi dia memiliki nama panggilan yaitu amsy, aku di kenalkan dengan kedua temannya yang lain yaitu mona dan siti. Dari situ tak terasa canggung tiba – tiba kita berempat merasa akrab dan kami pun mengobrol mulai dari menanyakan asal kami dari mana kemudian kegemarannya apa, dari saat itulah akumerasakan nyaman dengan mereka. Ya pertemuaan itu mengesankan bayangkan saja kami hanya baru berapa jam berbincang- bincang tapiapa yang kami peroleh adalah keseralarasan sepeti apa yg aku rasakan pada saat aku bersama dengan para sahabatku yg lain, tak ku pikirkan ketika satu demi satu dari kami mulai memasusuki ruangan wawancara dan mereka sudah gliran tinggal aku seeorang tapi amsy terus menungguku hingga aku mendapat panggilan dan dia pun menunggu hingga aku pulang, saat itu pula aku mulai merasakan kesamaan teman padanya. Setelah selesai dari seleksi aku dan dia tidak bertemu sampai kita melaksanakan ospek. Tapi sebelumnya aku sering smsan dengannya dan dia pun membelakan membeli kartu yang satu operator denganku aku merasa sangat senang degannya.
Saat itu aku memikirkan bagimana aku tinggal di sana kota yang jauh dari orang tuaku lagi tapi ini sebuah keputusan ku  yang harus aku lakukan, kemudian aku mulai sadar bagimanajika aku mencari kosan dengan amsy dan akuhnya setelah aku bernegosiasi  dengannya akuhnya dia mau untuk satau kamar denganku. Sebelum tanggal 22 itu aku meninggalka kota kelahiranku dan aku menyewa sebuah kamar yang membuatku merasa betah bersama amsy aku meluangkan lelahku setelah beraktivitas di ruangan ini. Kepindahanku ke sini banyak hal yang terjadi pada ku di mulai dari aku rasa bagikan mendapat kan keluarga yang baru lagi aku bertemu dengan iyang, laras, kak alin, dan keke mereka adalah bagian dari kehidupanku kali ini. Pada tanggal 1 oktober 2014 aku sudah mulai menempati kamar ini saat itu semua kebiasaan yang sering aku lakukan ku rubah semuanya karena ini hidupku yang akan baru di mulai.
        Dengan berpakaian rapih putih hitam bersama amsy aku mencari kelompok ospeku, disitu aku mendapatkan seorang teman dekat lagi bernama pipin anaknya baik, tak hanya dia aku bertemu kembali dengan teman smp ku yaitu yova dan agus juga teman sma ku sekaligus sahabt terbaiku yang dulunya pindah adalah dia itu alis. Rasanya tak ku bayangkan sebelumnya bagiamana ini terjadi tapi aku sangat senang.  sampai pada saat itu semua peserta ospek di kumpulkan di auditorium, saat aku berada di luar pintu itu aku lihat pria itu berdiri dengan setelan jas almamater khas Unma dengan sepatu model cats ku pandangi dia dan rasanya saat itu aku ingin berada di sampingnya, tapi sudahlah kesempatan itu ku lewatkan. Hari keduannya aku bercerita pada amsy dan pipin bahwa aku mengaggumi seseorang tapi yang tak habis ku pikirkan akutak mengetahui namanya dan yang ku tahu dia itu kakak kelas senior saat itu aku belum begitu mengenalnya sebab dia  jarang berbaur dengan para pesrta ospek sehingga membuatku sulit untuk melihatnnya lagi, setiap ada waktu luang aku dengan amsy dan pipin memcoba mencarinya tapi tidak ada hasilnya,  akhirnya pada hari terakhir prospek adalah acara penutupan, dimana semua panitia termasuk kakak itu aku melihatnya lagi, dan tiba saatnya acara pada perkenalan dari semua anggota panitia, aku melihatnya dari lantai atas tapi itu sangat jelas dia wajah yang selalu aku  ingin melihatnya, tiba saatnya di mana dia mmpekenalkan namayan ya.. aku sangant menunggu momen itu akhirnya dia menyebutkan namanya yaitu pandu trhardi rahadian dari fekon. Setelah aku mendengarnya rasanya aku sedang berada di awan yang tiba-tiba awannya runtuh dan aku pun tersadar bahwa hal yang tidak mungkin jika aku ingin dekat dengannya sebab fakultas kita pun sangat berjauhan dan mungkin ini yng terakhir kalinya lagi aku melihatnya rasa sedih dan kecewa memang ada tapi sudahlah itu hal tak penting aku pikirkan sebenarnya karena aku padanya hanya sebatas pans aku lihat dia itu seperti billy davidsonnya saja dia billy davidson nya Unma hehee.. setelah ku tahui namany dan fakultasnya aku mulai penasaran lagi. Ketika turuni tangga tanpa aku sangka kagetnya itu membuatku terkesima. Dia berada tepat di bawah saat aku akan menuruni tangga dekat pintu keluar, rasanya itu tak bisa ku sebutkan terasa bertemu billy davidson beneran pikirku  di situ. Sudah selesai ospek itulah terakhir aku bertemu dengannya dan sampai saat ini aku tak pernah melihatnya lagi, sejak itu aku mulai ingin mencari tahu tentangnya mulai dari pacebook aku mencarinya kemudia di twitter dan selanjutnya di insagram dan banyak yang aku mulai ketahui dia dan seprang perempuan yang menurutku sangat cantik sekali membuatku iri jika aku melihat poto mereka berdua tapi yang ini rasanya aneh biasanya jika aku menyukai seseorag dan seseorang itu telah bersama dengan orag lain maka aku akan mersabenci pada kduannya tapi yang ku rasakan kali ini lain juga aku malah seling nglike setiap poto yang mereka upload di instagram dan kami pun sering saling melike juga rasanya senang ditambah perempuannya baik, tak segan aku mengucapkan ucapan semoga mereka bersama selamanya. Saat itu pula aku tak begitu kagum lagi, dan sampai kini. Cerita  kagum – kaguman sudah usai,