Selasa, 24 Maret 2015
surprise
Pagi itu aku bangun cukup pagi sekali karena aku teringat sebab banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan untuk hari ini. Selah rasanya cukup untuk pekerjaan hari ini aku menyiapkan pakaiannku untuk aku pake hari ini, rasanya bingung tapi setelan warna cream atau memakai rok hitam itu, yang jelas aku memilih untuk mengenakan rok hitam baju abu-abu dan sedikit kreasi polkadot dari kerudungnya. Asik suadah siap kayaknya, nah tinggal menunggu teman-teman. Oke mereka mengirim pesan kemudian aku ke ruang TU di situ aku teringat kalau aku belum membayar tagiahan perkuliahaan untungnya uangnya ada, jadi aku meminta bantuan temanku nenden untuk mengantarku ke bank, naik motor hanya 3 menit sudah sampai, pa satpam membukakan pintu aku dan nenden masuk lalu duduk dibagian kursi yang paling pojok, tamapk terlihat seseorang yang menurutku tak asing aku lihat, setelah menunggu kemudian aku beranjak dari tempat dudukku dan berbaris mengambil amtrian setelah orang-orang yang berbaris menyebutkan NPM masing-masing giliran aku untuk menyebutkanya, aku masih saja memastikan orang yang dari awal aku perhatikan setelah aku mendekati meja pembayaran dan menyebutkan NPM aku baru tersadar, dia itu orang yang ada di instagram yang selalu melike foto yang aku upload dan kadang selalu mengomntarinya, jelas saat itu aku kaget dan sedikit malu entah dia mengenaliku atau tidak yang terbaik jika dia tidak mengenaliku, aku lngsung memalingkan perhatian. Setelah aku dipanggil oleh pegawai bank perempuan kemudian aku dipersilhkan menunggu dan memepersiapkan tagiahan yang akan di bayar. Lagi- lagi pria itu masih ada, saat tiba gilirankuaku menyerahkan uangku dan hanya memandang jendela takut jika orang itu mengenaliku, tapi nampak dari wajahnya dia tersenyum saat pertama pegawai bank itu menyebutkan nama jelasku. Rasanya malu dan hanya menunduk, berharap dalam hati orang itu tidak mengenaliku, entahlah yang jelas dia mengenaliku sepertinya. Tapi apa boleh buat, terserahlah. Setelah selesai aku kembali di bonceng oleh nenden menuju kampus lagi dan langsung masuk TU, di dalam aku sangat menunggu lama, yang jelas hari itu membuatku letih sampai gemetar di tambah saat aku akan membayar registrasi buat pratikum penjas aku melihat untuk selembaran kwetansi yang harus aku isi, tertera contohnya dengan nama yang tak lain seseorang yang saat ini membuatku kesal karena suatu alasan dan yang anehnya bahwa dia tak lain juga adalah teman dari temanku hera. Sudah memang hari itu aneh, mulai dari bertemu orang yang ada di IG hingga harus melihat tulisan nama orang yang membuatku kesal. Tak hanya itu kekesalan dan kesabaran diuji hari ini,
dimana aku harus menunggu hera temanku di TU, sekitar 1 jam lebih di dalam, kemudian aku memilih menunggu diluar, dan hasilnya sekitar 2 jam aku menunggunya, rasanya kesal pantas saja jika dia lama sebab temanku yang satu ini mengantar seseorang. Waktu terus berputar dan tiba saat kejenuhanku memuncak dimana aku menungu di gerbang kampus sampai aku tak bisa berkata pada siapa-aiapa karena tak satu orang pun aku kenal, hanya hp yang aku pegang terus menghubungi hera. Setelah amat lama menunggunya sebuah mobil berwarna merah berhenti dan dia pun turun, memang lega tapi kesal masih ada, setelah itu kita berdua masuk ruang TU lagi dan hera meninggalkan seseorang di mobil itu. Beberapa saat kemudian setelah kita mendapatkan apa yang di butuhka, kita keluar dan gerimis menyambut kita, hera memberi tumpangan untukku awalnya aku menolak tapi hera memaksa dan akhirnya aku masuk ikut dengannya. Didalam mobil itu eseorang pria duduk memegang kemudinya, lalu hera memeperkenalkannya pada ku. Yah yang jelas aku sudah mengenalnya sebab hera sering cerita tentangnya. Kakak yang bertemu gede begitukah pantasnya pada hera.
Jarak kampus ke kosanku cukup dekat hanya berapa menit sudah sampai, sebelum aku membuaka pintu untuk keluar, tiba-tiba hera mengajak untuk makan bersama dulu, rasanya tidak enak mengganggu suasana seperti itu tapi hera menarik tanganku dan aku duduk kembali meneruskan perjalanan. Di dalam mobil rasanya kita bertiga tidak merasa canggung, mengobrolkan hal yang bargurau, sampai hera memutuskan untuk berhenti di sebuah kedai. Mobilnya dikepinggirkan lalu hera dan aku turun, untuk hari itu aku senang selain melihat temanku hera yang amat ceria dengan sorang pria yang usianya tak beda jauh dari kita berdua yang bergaya rapih dengan jam berwana hitam melingkar dia tangannya, jelas terpancarkan wajah teamnku yang satu ini sangat bergembira. Tak lama Pelayan datang dan meberikan pilihan menu, kita tampak kebingungn dengan itu, setelah yang mengajak makan menuliskan mana yang akan di pesan kini aku yang tampak bengong untuk memilih menu, akhirnya aku memilih mocacino cream dan kentang goreng sedang mereka berdua cihiken teriyaki jus trawberry dan capucino. Berbincang-bincang hal yang mebuat kita tertawa, sebelum hidangan datang aku ke kamar mandi sebentar. Aku keluar dan tak lama pesanan kita datang, pria yang hera bawa sedang menerima telpon sedang hera dan aku berbincang-bincang membicarakan seseorang. Setelah menutup telponnya kemudia dia bergabung berbincang-bincang bersama kita, tak canggung meski tadinya aku pikir aku akan menjadi perusak suasana ternyata tidak sama sekali. Sambil menghabiskan makannan kita, narsis yng sudah menjadi kebiasaan setiap orang untuk mengabadikan di setiap moment yang menurutnya berharga, saatnya mengambil gambar, klik-klik poto dan pose yang kita ambil, sambil tertawa senang, kita tak mengiraukan orang yng melihat kita, sudahlah yang jelas saat itu kita tersenyum bebas yang tergambar dari setiap poto yang kita ambil. Satu poto yang hera posting di path lalu satu poto yang dia posting di IG( instagram ). Setelah selesai berfoto kita pulang. Beberapa menit akhirnya tiba didepan tempat kos aku, keluar dan mengucapkan terimakasih. Sesampai di kamar beberapa menit dari itu aku masih chattingan dengan hera, dan kemudian dia membuat suatu pm di bbm yang menurutku dia sedang sedih, lalu aku bertanya dan dia menjelaskannya, bahwa foto yang di posting ke path di komentari oleh teman-teman dari pacar yang barusan mentraktir makan hera dan aku. Memang dari awal hera sudah bercerita tentangnya bahwa dia sudah punya pacar tetapi dia lebih sering jalan dengan hera. Komentar dari kata-kata yang tak pantas semua dilontarkan pada hera, aku melihatnya lewat screanshoot yang dia kirim lewat bbm padaku. Jika seumpamanya aku ada di posisinya aku akan membalas balik, tapi hera hanya diam saja. Memang benar juga sebab diam juga memiliki sebuah arti jika memang diam membuat baik apa salahnya dari pada membalasnya dengan kata-kata yng tak wajar malah akan membuat semakin risuh kompliknya dan semakin menyalahkan dia. Diam yang temanku ambil adalah diam untuk menghapuskan semua tuduhan yang dilontarkan oleh mereka supaya mereka sendiri menyadarinya. Mana yang benar mana yang salah, meski pada nyatanya saling menyakitkan. Benar-benar hari yang tak terdugakan untuk itu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar